Bagaimana Ulasan Film The Call?

Sepertinya niat dari penulis dan juga sutradara The Call, yaitu Lee Chung-hyun, tak cuma ingin memberikan atau menciptakan sebuah film Thriller tapi juga ingin sekali mempermainkan emosi dan juga nawar dari penontonnya terutama setelah menyaksikan film yang ditayangkan di netflix tersebut.

1. Sutradara The Call Ingin Mainkan Emosi Dan Nalar Penonton

Lee Chung-hyunnampak sekali berusaha memperoleh porandakan Nalar para penontonnya yang susah payah mengikuti jalan ceritanya dari film yang berdurasi 112 menit itu, berpindah-pindah melintasi waktu dan juga mempersiapkan diri supaya  siap menghadapi berbagai macam kejutan yang muncul.

Bahkan sampai sesi kredit pun, penonton juga tidak dibiarkan untuk menutup tab Netflix langsung dengan perasaan damai saat satu persatu nama pemainnya bermunculan. Bisa dikatakan kita harus merupakan alur maju mundur dan juga merupakan alur konvensional kronologi maju ke depan ataupun alur paralel Allah Allah dari waralaba film ber-semesta. Sutradara dari film ini yang mana mengadopsi film dari Inggris-Puerto Rico, dengan judul The Caller (2011), nampaknya sesuka hati saja dalam membuat alur dari film ini.

2. Kisah Ngeri Dalam The Call

The Call sendiri berkisah soal perjalanan mengerikan yang dialami oleh Kim Seo-yeon (Park Shin-hye) saat dirinya berkunjung ke rumah masa kecilnya di suatu desa saat ibunya, Eun-ae yang diperankan oleh Kim Sung-ryung,mengalami sakit keras. Dirinya yang mengunjungi rumah yang sudah ditinggalinya lama menerima sebuah panggilan togel keluar hari ini singapura yang misterius di telepon rumahnya itu. Panggilan tersebut pasalnya berasal dari seorang gadis yang bernama Oh Young-sook (Jeon Jong-seo). 

Setelah beberapa kali berkomunikasi dengannya, Young-seok, ternyata adalah penghuni rumah itu sebelum ditempati oleh keluarga Kim. Akhirnya hubungan komunikasi tersebut itu malah jadi melintasi waktu di mana Seo-yeon berada di waktu saat ini sementara Young-sook dari tahun 1999. Seo-yeon yang mana membenci ibunya sejak ayahnya meninggal karena kebakaran rumah seolah-olah menemukan seorang teman dari sosok Yeong-sook yang mana mengaku jadi korban kekejaman dari ibunya sendiri, Ja-ok (Lee El). 

Akhirnya mereka berdua tak cuma jadi teman mengobrol tapi malahan Mereka banyak sekali mengubah alur waktu kehidupan mereka. Sampai Pada suatu hari pertama mereka berubah jadi berbagai macam teror yang sangat menakutkan yang berdampak sangat luas.

3. Sutradara Sukses Mainkan Alur Yang Unik Dalam Film Ini

Bisa dikatakan sutradara dan juga penulis Chung-hyun juga memilih pola time-slip dengan alur yang tak terduga untuk bisa menunjukkan teror-teror itu sepanjang film tersebut. Tapi apakah keputusan dari sutradara tersebut lantas membuat film ini bisa mendapatkan penilaian buruk dari para penontonnya? Ternyata tidak. Film ini jelas merupakan hasil pemikiran saksama dari Chung-hyun tentang gaya penuturan Ceritanya dari awal sampai dengan akhir cerita. Hal tersebut pasalnya terlihat dari bagaimana Chung-hyung dengan sukses menggiring opini para penontonnya D sebuah alur cerita yang kemudian, dengan kejamnya, dihempaskan oleh nya lagi ke sebuah plot baru dan tak disangka-sangka. Apalagi saat jalan cerita berada di babak penentuan yang mana digambarkan dengan adegan di tempat pembuangan sampah dan juga investigasi polisi yang berlangsung di rumah tua tersebut, penonton cuma dihadapkan pada dua pilihan yaitu menonton tanpa memikirkan ujungnya agar tak pusing atau pun penasaran kemudian memikirkannya dan terjebak di alur yang bisa dikatakan “usil” dari film ini. Anda juga merasakan hal tersebut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *