Bupati Klaten Akan Bangun Grha Megawati Senilai Rp 90 Miliar

Pembangunan gedung serba guna yang dinamai Grha Megawati dibenarkan oleh Bupati Klaten terpilih sri Mulyani. Dirinya mengatakan bahwa pembangunan gedung serba guna itu membutuhkan biaya paling tinggi Rp 90 miliar. Lokasi gedung akan ditempatkan di Jalan Solo-Yogyakarta yang nantinya bisa digunakan untuk kepentingan warga. Pembangunan sudah dilaksanakan dan akan terus diselesaikan sampai bisa digunakan. Nantinya warga akan merasakan manfaat dari keberadaan gedung serbaguna ini dalam berbagai sektor kehidupan.

Pembangunan Grha Megawati Segera Rampung

Kepada wartawan, Sri Mulyani mengatakan bahwa saat ini pembangunan sudah menghabiskan dana sekitar Rp 50 miliar. Jika ingin sampai selesai sempurna maka membutuhkan dana Rp 88 hingga Rp 90 miliar. Rencana pembangunan ini sudah lama hadir namun baru direalisasikan tahun tahun kemarin. Luas arena yang nantinya menjadi area gedung adalah 5.000 meter persegi. Kompleks Grha Megawati akan memiliki gedung utama dan berapa joglo dan kawasan lainnya untuk beragam kegiatan istana55 masyarakat. Berbagai fasilitas pun disediakan supaya pengunjung bisa memaksimalkan penggunaan gedung.

Gedung utama memiliki kapasitas 3.000 orang sedangkan joglo memiliki kapasitas maksimal 1.000 orang. Rencana ke depannya, akan ada gedung catering, penginapan, masjid, taman dan tempat parkir. Dalam perencanaan, target selesainya gedung serbaguna tersebut adalah akhir tahun 2021. Namun ini tertunda karena anggaran yang harusnya digunakan untuk pembangunan kemudian direlokasi untuk menanggulangi pandemi covid-19. Penanganan dan pemulihan ekonomi juga didapatkan dari anggaran pembangunan gedung serbaguna ini, begitu dipaparkan Bupati Klaten.

besar harapan sri mulyani untuk menyelesaikan pembangunan gedung serbaguna di tahun 2022. Namun akan disesuaikan dengan kondisi keuangan pemerintah kabupaten. Pandemi yang belum berakhir menjadi faktor bagaimana kelanjutan dari proyek pembangunan Grha Megawati. Kembali kepada proses awal pembangunan gedung ini,m banyak sekali hal hal yang menjadi halangan hingga sekarang pandemi pun menjadi salah satu yang menghalangi terselesaikannya pembangunan salah satu ikon dari kabupaten klaten nantinya.

Kritik Pembangunan Grha Megawati

Pihak bupati mengatakan bahwa sebelum pembangunan dimulai, dirinya sudah melakukan jejak pendapat kepada masyarakat Klaten. Hasil jejak pendapat itu mengatakan bahwa mayoritas warga klaten mendukung adanya pembangunan Grha Megawati. Dari sana pembangunan gedung sebaguna pun dimulai. Selain dari jejak pendapat, pihak DPRD pun sudah menyetujui dan mendukung pembangunan yang dilakukan tersebut. Usulan pembangunan gedung sudah lama diserahkan kepada DPRD dan pihak DPRD mengesahkan.

Saat ini sri mulyani mengatakan Klaten belum memiliki gedung yang menjadi ikon kabupten yang representative. Dengan adanya gedung serbaguna ini maka ada manfaat yang akan didapatkan oleh masyarakat secara keseluruhan. Jika ada kegiatan nasional dan provinsi pun gedung serbaguna ini nantinya bisa digunakan dan menjadi tempat yang layak. Gedung ini bisa menjadi salah satu kebanggaan warga Kabupaten Klaten dan bisa beraktifitas di sekitar gedung setiap harinya jika gedung sudah selesai dan rampung secara keseluruhan.

Dampak pada sektor ekonomi pun memungkinkan. Adanya gedung serbaguna memberikan kesemaptan kepada masyarakat untuk menggunakannya di dalam berbagai kepentingan seperti hajatan, konser, pameran dan keperluan lainnya. Karena ini adalah gedung milik pemda maka harganya pun menjadi terjangkau. Polemik nama Grha Megawati masih menjadi perbincangan karena ini berkaitan dengan Megawati Soekarnoputri residen kelima RI. Anggaran yang digunakan adalah APBD sehingga tidak layak dikaitkan dengan ketokohan PDIP. Seharusnya dicarikan nama yang lebih presentatif untuk kabupaten Klaten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *